Sebuah keluarga terdiri dari suami, istri dan anak-anak. Dalam struktur masyarakat, suami adalah kepala keluarga yang mempunyai wewenang untuk menentukan keputusan dalam keluarga tersebut. Sedangkan istri adalah ibu rumah tangga yang diharapkan dapat memberi dukungan kepada kepala keluarga supaya terjadi hubungan yang harmonis di dalam sebuah keluarga.
Hubungan yang harmonis dalam keluarga dapat terjadi jika masing-masing anggota keluarga mampu bersikap adil. Selain itu masing-masing juga harus mempunyai tanggung jawab, dapat menjalankan kewajiban dan mampu menjaga komitmen. Karena menurut Immanuel Kant, tanggung jawab, kewajiban dan komitmen merupakan etik yang tertinggi.
Jika masing-masing sudah mampu menjaga keharmonisan keluarga, maka dalam kehidupan keluarga juga harus diimbangi dengan olah hati. Menjaga hati supaya tetap beriman kepada Tuhan. Karena semua yang terjadi dalam dunia ini merupakan kuasa Tuhan.
Mohon tanggapan dari Dr . Marsigit, apakah masing-masing anggota keluarga harus dapat bersikap adil dalam segala kondisi ? Atau apakah keadilan bersifat fleksibel? Karena ketika saya sampaikan kepada suami bahwa harus ada keadilan (hak yang sama) dalam keluarga, suami saya mengatakan jika ada hal yang penting yang harus diputuskan dalam keluarga, maka keputusan tetap pada suami

1 komentar:
Setiap benda apakah yang hidup atau yang mati sekalipun mempunyai apa yang disebut "potensi". Tidak peduli potensi ke arah mana. Sebuah batu mempunyai potensi untuk menjadi pasir, sebuah biji mempunyai potensi untuk menjadi tumbuhan besar, malam hari mempunyai potensi untuk menjadi siang hari, dst. Atau dapat dikatakan bahwa setiap benda mempunyai potensi untuk membangun dunianya. Apalagi sekelompok makhluk hidup yang terikat dalam suatu rumah tangga. Mereka masing-masing tidak hanya mempunyai potensi tetapi mempunyai kesamaan arah potensi itu kemana. Artinya dari dunia kosmis (individu) ke dunia kosmos (kelompok). Jadi secara kelompok anggota keluarga mempunyai kesamaan kepentingan untuk membangun dunianya, yaitu dunia keluarga, misalnya keluarga yang sakinah. Agar dapat mengatasi segala rintangan dan mencapai tujian maka diperlukan sinergi antara anggota keluarga. Kepala rumah tangga bisa menjadi motivator, dinamisator dan juga fasilitator. Kunci sukses dari itu semua adalah keterbukaan, keikhlasan dan komunikasi yang efektif. Amien. Catatan: saya menunggu tilisan anda yang beraitan dengan tugas kuliah(Dosen: Dr. Marsigit)
Posting Komentar